Minggu, 17 Mei 2020

RESENSI FIKSI


DATA BUKU
·         Judul Buku          : Jalan Raya Merayakan Deritanya
·         Pengarang            : Dasta Heriansyah
·         Penerbit               :  percetakan Red Black
·         Tebal Halaman    : 61
PENDAHULUAN
Penulis Dasta Hariansyah, lahir pada 28 Desember 1991, ditanah khatulistiwa (pontianak). Pendidikannya berawal di SDN 13 pontianak barat. Tamat dari SMPN 19 pontianak ia melanjutkan sekolahnya di SMA panca bhakti pontiana, serta prodi FKIP  biologi universitas muhammadiyah pontianak. Saat ini berkerja sebagai tenaga pendidik di MTs aswaja pontianak, mengapu mata pelajaran IPA terpadu. Selain itu juga sebagai pembina salah satu ekstra kulikuler yang ada di madrasah, yaitu club puisi (klasi) MTs aswaja pontianak.
Beberapa karya tunggal yang sudah diterbitkan diantaranya:
1. Buku puisi jalan raya merayakan deritanya, ( pijar publising, pontianak 2016)
2. Kumpulan puisi seleksi alam (enggang media, pontianak 2018)
Sementara antologi puisi bersama dan pencapaian prestasi lainnya yaitu:
1. Antologi mantra (nusantara sakti, jakarta 2017)
2. Antologi munajat ramadhan (nusantara sakti, jakarta 2017)
3. Lolos dalam katagori penulis puori 100 penulis puisi se-ASEAN, Antologi rahasia ilmu (rumah seni asnur, jakarta 2018)
4. Lolos dalam katagori 100  penulis terbaik nasional yang diadakan oleh event hunter,jakarta 2019
5. Lolos dalam katagori esai terbaik nasional yang diadakan future leader leuage, jakarta2019
SINOPSIS
Dalam karya  dasta hariansyah yang pertama ini berjudul “jalan raya merayakan deritanya”  puisi tentang jalan raya yang ada dipedesaan atau pedalaman yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah bahkan bisa dibilang terbengkalai.  Dasta hariansyah merangkup pertanyaan, kegelisaan  dan cerita bagi rakyat yang ada dipedesaan atau pedalaman tersebut. Dasta hariansyah memberi judul “jalan raya merayakan deritanya”  karna menurutnya meskipun jalanan pedesaan atau pedalaman  itu sangat  rusak bahkan bisa dikatakan tidak layak untuk dilewati, tapi meskipun demikian  rakyat yang ada dipedesaan atau pedalaman tetap saja melewatinya tidak ada transformasi  jalan lagi, bahkan jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh motor kecuali mobil yang  dikhususkan untuk melewati jalan terisebut, terkadang rakyat yang ada di pedesaan atau pedalaman memilih untuk jalan kaki meskipun jarak yang ditempuh berkg-kg  karna mobil yang dikhususkan untuk melewati jalan tersebut sudah penuh.     
SASARAN
sasaran dari buku ini ialah pemerintahan daerah untuk lebih memperhatikan sarana dan prasana daerah pedasaan yang memiliki akses yang cukup sulit dan sulit dijangkau dalam buku ini menampilkan sebagian kritikan bagi para pemerintah, kelebihan dari buku ini bisa menyampaikan jeritan hati rakyat yang ada dipedesaan atau pedalaman, sedangkan kekuranganmnya dalam pembahasaan didalam buku ini terlalu baku dan mempunyai cita rasa sastra yang sangat tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar