DATA
BUKU
·
Judul Buku : Jalan Raya Merayakan Deritanya
·
Pengarang : Dasta Heriansyah
·
Penerbit : percetakan Red Black
·
Tebal Halaman : 61
PENDAHULUAN
Penulis Dasta Hariansyah, lahir pada 28
Desember 1991, ditanah khatulistiwa (pontianak). Pendidikannya berawal di SDN
13 pontianak barat. Tamat dari SMPN 19 pontianak ia melanjutkan sekolahnya di
SMA panca bhakti pontiana, serta prodi FKIP
biologi universitas muhammadiyah pontianak. Saat ini berkerja sebagai
tenaga pendidik di MTs aswaja pontianak, mengapu mata pelajaran IPA terpadu.
Selain itu juga sebagai pembina salah satu ekstra kulikuler yang ada di
madrasah, yaitu club puisi (klasi) MTs aswaja pontianak.
Beberapa karya tunggal yang sudah
diterbitkan diantaranya:
1. Buku puisi jalan raya merayakan
deritanya, ( pijar publising, pontianak 2016)
2. Kumpulan puisi seleksi alam (enggang
media, pontianak 2018)
Sementara antologi puisi bersama dan
pencapaian prestasi lainnya yaitu:
1. Antologi mantra (nusantara sakti,
jakarta 2017)
2. Antologi munajat ramadhan (nusantara
sakti, jakarta 2017)
3. Lolos dalam katagori penulis puori
100 penulis puisi se-ASEAN, Antologi rahasia ilmu (rumah seni asnur, jakarta
2018)
4. Lolos dalam katagori 100 penulis terbaik nasional yang diadakan oleh
event hunter,jakarta 2019
5.
Lolos dalam katagori esai terbaik nasional yang diadakan future leader leuage,
jakarta2019
SINOPSIS
Dalam karya dasta hariansyah yang pertama ini berjudul
“jalan raya merayakan deritanya” puisi
tentang jalan raya yang ada dipedesaan atau pedalaman yang belum mendapatkan
perhatian dari pemerintah bahkan bisa dibilang terbengkalai. Dasta hariansyah merangkup pertanyaan,
kegelisaan dan cerita bagi rakyat yang
ada dipedesaan atau pedalaman tersebut. Dasta hariansyah memberi judul “jalan
raya merayakan deritanya” karna
menurutnya meskipun jalanan pedesaan atau pedalaman itu sangat
rusak bahkan bisa dikatakan tidak layak untuk dilewati, tapi meskipun
demikian rakyat yang ada dipedesaan atau
pedalaman tetap saja melewatinya tidak ada transformasi jalan lagi, bahkan jalan tersebut tidak bisa
dilewati oleh motor kecuali mobil yang
dikhususkan untuk melewati jalan terisebut, terkadang rakyat yang ada di
pedesaan atau pedalaman memilih untuk jalan kaki meskipun jarak yang ditempuh
berkg-kg karna mobil yang dikhususkan
untuk melewati jalan tersebut sudah penuh.
SASARAN
sasaran dari buku ini ialah pemerintahan
daerah untuk lebih memperhatikan sarana dan prasana daerah pedasaan yang
memiliki akses yang cukup sulit dan sulit dijangkau dalam buku ini menampilkan
sebagian kritikan bagi para pemerintah, kelebihan dari buku ini bisa
menyampaikan jeritan hati rakyat yang ada dipedesaan atau pedalaman, sedangkan
kekuranganmnya dalam pembahasaan didalam buku ini terlalu baku dan mempunyai
cita rasa sastra yang sangat tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar