Minggu, 17 Mei 2020

RESENSI NONFIKSI


Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang
Identitas Buku
·         Judul Buku : Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang
·         Pengarang Buku : Andrias Harefa
·         Penerbit Buku : PT. Gramedia Pustaka Utama
·         Tahun Terbit : 2002
·         Halaman : I-IX + 103 halaman

Sinopsis
Aktivitas menulis sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh seseorang. Tidak selamanya bakat bisa membuat aktivitas tulis menulis menjadi selancar dan semudah apa yang kita bayangkan.
Berulang kali pakar ahli menyatakan bahwa menulis adalah pelajaran dasar yang sudah kita peroleh semenjak dibangku sekolah dasar dan bahkan di taman anak-anak.Dengan kata lain, mengarang adalah keterampilan ketika sekolah dasar. Namun, sering kali ketika kita hendak menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan, kata “bakat” selalu dijadikan sebagai kambing hitam yang selalu dipersalahkan.
Mengarang bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, juga bukan merupakan suatu hal yang sulit untuk dikerjakan. Jika komitmen itu senantiasa dijaga, maka proses menulis dan mengarang menjadi lebih mudah. Komitmen tersebut adalah janji pada diri sendiri bahwa saya akan menjadi seorang penulis yang hebat. Jadi, menulis itu enggak perlu mempunyai bakat. Sebab bakat tidak lebih dari minat dan ambisi yang terus menerus dikembangkan.

Kelebihan Buku
Materi yang terkandung dalam buku ini memberikan semangat pada pembaca untuk dapat berkarya, yaitu dengan cara menulis dan mengarang. Buku ini juga mampu menyajikan ide-ide kreatif dan motivasi dalam proses belajar menulis dan mengarang.

Kekurangan Buku
Secara implisit buku ini ditulis secara asal dan terkesan mahal.


RESENSI FIKSI


DATA BUKU
·         Judul Buku          : Jalan Raya Merayakan Deritanya
·         Pengarang            : Dasta Heriansyah
·         Penerbit               :  percetakan Red Black
·         Tebal Halaman    : 61
PENDAHULUAN
Penulis Dasta Hariansyah, lahir pada 28 Desember 1991, ditanah khatulistiwa (pontianak). Pendidikannya berawal di SDN 13 pontianak barat. Tamat dari SMPN 19 pontianak ia melanjutkan sekolahnya di SMA panca bhakti pontiana, serta prodi FKIP  biologi universitas muhammadiyah pontianak. Saat ini berkerja sebagai tenaga pendidik di MTs aswaja pontianak, mengapu mata pelajaran IPA terpadu. Selain itu juga sebagai pembina salah satu ekstra kulikuler yang ada di madrasah, yaitu club puisi (klasi) MTs aswaja pontianak.
Beberapa karya tunggal yang sudah diterbitkan diantaranya:
1. Buku puisi jalan raya merayakan deritanya, ( pijar publising, pontianak 2016)
2. Kumpulan puisi seleksi alam (enggang media, pontianak 2018)
Sementara antologi puisi bersama dan pencapaian prestasi lainnya yaitu:
1. Antologi mantra (nusantara sakti, jakarta 2017)
2. Antologi munajat ramadhan (nusantara sakti, jakarta 2017)
3. Lolos dalam katagori penulis puori 100 penulis puisi se-ASEAN, Antologi rahasia ilmu (rumah seni asnur, jakarta 2018)
4. Lolos dalam katagori 100  penulis terbaik nasional yang diadakan oleh event hunter,jakarta 2019
5. Lolos dalam katagori esai terbaik nasional yang diadakan future leader leuage, jakarta2019
SINOPSIS
Dalam karya  dasta hariansyah yang pertama ini berjudul “jalan raya merayakan deritanya”  puisi tentang jalan raya yang ada dipedesaan atau pedalaman yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah bahkan bisa dibilang terbengkalai.  Dasta hariansyah merangkup pertanyaan, kegelisaan  dan cerita bagi rakyat yang ada dipedesaan atau pedalaman tersebut. Dasta hariansyah memberi judul “jalan raya merayakan deritanya”  karna menurutnya meskipun jalanan pedesaan atau pedalaman  itu sangat  rusak bahkan bisa dikatakan tidak layak untuk dilewati, tapi meskipun demikian  rakyat yang ada dipedesaan atau pedalaman tetap saja melewatinya tidak ada transformasi  jalan lagi, bahkan jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh motor kecuali mobil yang  dikhususkan untuk melewati jalan terisebut, terkadang rakyat yang ada di pedesaan atau pedalaman memilih untuk jalan kaki meskipun jarak yang ditempuh berkg-kg  karna mobil yang dikhususkan untuk melewati jalan tersebut sudah penuh.     
SASARAN
sasaran dari buku ini ialah pemerintahan daerah untuk lebih memperhatikan sarana dan prasana daerah pedasaan yang memiliki akses yang cukup sulit dan sulit dijangkau dalam buku ini menampilkan sebagian kritikan bagi para pemerintah, kelebihan dari buku ini bisa menyampaikan jeritan hati rakyat yang ada dipedesaan atau pedalaman, sedangkan kekuranganmnya dalam pembahasaan didalam buku ini terlalu baku dan mempunyai cita rasa sastra yang sangat tinggi.

Sabtu, 02 Mei 2020

KULIAH ONLINE/ DARING


Diakhir tahun 2019 merebak wabah penyakit yang berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Virus ini pertama kali ditemukan diwuhan cina. Penyebaran virus ini tergolong sangat cepat, beberapa negara seperti italia dan amerika merupakan contoh negara dengan kasus Covid atau sebutan virus Corona paling tinggi (Randy P.F Hotagaol.2020).
Kasus corona diindonesia pertama kali ditemukan pada 2 warga depok yang positif terjangkit virus corona dan warga tersebut dijangkiti oleh warga jepang (syifa hanifah.2020). Dengan munculnya kasus ini presiden RI Ir. Jokowi Widodo mengumumkan bahwa COVID 19 telah masuk ke indonesia. Terkait pengumuman presiden maka pemprov kalbar mengeluarkan surat edaran.
Surat edaran tersebut berlaku dari bulan maret 2020 sampai batas yang belum dipastikan yang menganjurkan untuk menghindari kerumunan juga sentuhan fisik dengan orang lain jika tidak diperlukan #LEBIH BAIK DIRUMAH AJA, dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan terutama dibidang pendidikan dari tingkat TK,SD,SMP,SMA, bahkan sekolah tinggi agama islam (STAI) mempawah pun juga diliburkan. Meskipun demikian proses belajar mengajar masih berlangsung yaitu melalui kuliah online /daring.
Disebabkan menyebarnya wabah corona atau yang disebut COVID 19 yang sangat cepat menular semua kalangan seperti pekerja kantoran, para guru dinas bahkan para ibu rumah tangga belanja keperluan dapurpun  harus melakukan kegiatan melalui daring/online, tak terkecuali bagi para pelajar mau tidak mau harus melangsungkan pelajaran berbasis daring/online. Hanya dengan kegiatan menggunakan daring/online ini lah pelajaran bisa melangsungkan pelajaran meski ditengah-tengah wabah corona atau yang disebut COVID 19 ini beranjut.   
Dilakukannya kegiatan daring/online diberbagai lapisan supaya tidak keluar rumah tapi tetap bisa melakukan kegiatan seperti biasa, baik itu dikalangan pekerja meskipun diliburkan mereka masih bisa menghasilkan uang, sedangkan bagi pelajar mereka masih bisa mendapatkan ilmu dan bisa berdiskusi meskipun     diliburkkan yaitu melalui daring/online jangan sampai semua kalangan diliburkan tapi tidak melakukan apa-apa dirumah(budi sugandi.2020). Semua ini bertujuan agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona atau disebut COVID 19.
Walaupun demikian, menurut mahasiswa/i dan para dosen kuliah daring/online  tidaklah seefektif kuliah tatap muka karena kuliah online bergantung pada kuota dan jaringan, sedangkan keaktifan mahasiswa/i sangat berpengaruh terhadap nilai yang akan diberikan oleh dosen selama berlangsungnya kuliah online. Ketika mahasiswa/i kehabisan kuota otomatis mahasiswa/i tidak bisa menghadiri kuliah online tersebut,  selama kuliah online ini berlangsung pasti mahasiswa akan mudah kehabisan kuota lagi lagi dan lagi, begitupun dengan jaringan lebih-lebih bagi mahasiswa/i yang tinggal dipedalaman atau pedesaan pasti sangat sulit untuk mendapatkan jaringan, bahkan ada yang sampai memanjat pohon hanya demi mendapatkan jaringan dan menghadiri perkuliahan online, bahkan dosenpun ada yang kesulitan sinyal.(masriadi.2020).
Tapi, dengan mengunakan metode kuliah online mahasiswa/i lebih mudah/santai untuk melakukan perkuliahan dimanapun hanya bermodal hp mahasiswa/i sudah bisa melakukan perkuliahan tidak repot bolak-balik kekampus lagi lebih-lebih jarak yang ditempuh sangat jauh.(Dimas bagus almaksumi.2020). Dan bagi mahasiswa/i yang kuliah sambil kerja juga bisa mendapatkan dua-duanya sekaligus, yaitu kerja sambil kuliah.
Dalam pelaksaan kuliah online kita hanya berpatokan kepada koneksi internet jika jaringan internet lemah atau lambat maka proses pembelajaran akan terganggu. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang memiliki tempat tinggal didaerah pedasaan? Maka dari itu mahasiswa mengharapkan kebijakan pemerintah mampu bekerjsama dengan  kementrian komunikasi dan informatika dalam memperbaiki sistem jaringan dan mampu menjangkau daerah daerah pedasaan maupun pedalaman, sehingga masyarakat didesa tersebut tidak ketinggalan informasi maupun pengetahuan dari dunia luar.
Bahkan dengan kemampuan jaringan internet maupun jaringan ponsel bisa masuk ke daerah pedalaman atau pedesaan akan mempermudah anak-anak dari desa tersebut mengakses materi dari dalam rumah dan tidak perlu keluar hanya untuk mencari jaringan saja atau pun pergi kecafe hanya untuk mendownload atau segala apa pun yang terkait pendidikan.
Wabah penyakit ini bisa diatasi dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan surat edaran terkait kesiap        siagaan menghadapi wabah penyakit COVID 19. Wujud dari kerja sama masyarakat yaitu dengan mentaati aturan pemerintah untuk berdiam diri dirumah  dan melakukan segala aktivitas didalam rumah seperti bekerja, beribadah, dan belajar seperti kuliah online yang berlangsung saat ini. Diharapkan semua akan kembali seperti semula dan bisa beraktivitas normal kembali.